Panduan Harian: Cara Kelola 7 Laporan IT Inventory Kawasan Berikat
Dalam fasilitas Kawasan Berikat (KB) atau Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), sistem IT Inventory adalah syarat wajib dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sistem ini harus mencatat pergerakan barang secara real-time dan dapat diakses 24/7 oleh petugas Bea Cukai.
Untuk operasional di pabrik sepatu, alur barang sangat terstruktur mulai dari kedatangan bahan baku, proses di lini perakitan, hingga sepatu diekspor.
Berikut adalah tep Daily (Rutinitas Harian) untuk mengelola, merekonsiliasi, dan menarik 7 Laporan IT Inventory tersebut:
1. Sinkronisasi Pemasukan Barang (Laporan Pemasukan Barang)
Langkah pertama setiap harinya adalah memastikan semua barang fisik yang masuk ke pabrik kemarin sudah di-input ke sistem ERP/Gudang dan dikaitkan dengan dokumen pabean.
- Yang dicek: Mencocokkan Goods Receipt (Bukti Terima Barang) dari gudang dengan dokumen pemasukan Bea Cukai (misalnya BC 2.3 untuk impor, BC 4.0 dari lokal, atau BC 2.7 dari KB lain).
- Konteks Pabrik Sepatu: Memastikan kedatangan kulit (leather), sol karet (outsole/insole), kain kanvas, lem, benang jahit, dan eyelet (lubang tali) sudah masuk ke sistem dengan nomor seri dokumen BC yang tepat.
2. Pengecekan Mutasi Bahan Baku & Penolong (Laporan Mutasi Bahan Baku)
Setelah pemasukan dicatat, admin harus mencatat pengeluaran bahan baku dari Gudang Bahan Baku ke lantai produksi.
- Rumus Laporan: `Saldo Awal + Pemasukan - Pemakaian (ke Produksi) = Saldo Akhir`
- Tugas Harian: Memastikan Material Issue atau Bukti Pengeluaran Barang ke divisi Cutting (pemotongan bahan) atau Stitching (penjahitan) sudah di-posting. Laporan ini membuktikan kepada Bea Cukai bahwa bahan baku yang diimpor bebas pajak benar-benar digunakan untuk produksi.
3. Pemantauan Barang Dalam Proses (Laporan WIP / Work In Process)
Bahan baku yang sudah keluar dari gudang dan sedang diproses tidak boleh hilang dari pantauan sistem; statusnya berubah menjadi WIP.
- Rumus Laporan: `Saldo Awal + Masuk dari Gudang Bahan Baku - Keluar menjadi Barang Jadi = Saldo Akhir`
- Tugas Harian: Memantau komponen sepatu yang sedang dirakit di jalur konveyor (assembling), seperti upper sepatu yang sedang disatukan dengan outsole. Step ini sangat krusial karena sering terjadi selisih (susut) akibat human error di lini produksi.
4. Penerimaan Barang Jadi (Laporan Mutasi Barang Jadi)
Sepatu yang sudah lolos Quality Control (QC) dan dimasukkan ke dalam boks (sepatu + tali + tissue paper + inner box) akan dipindah dari area produksi ke Gudang Barang Jadi (Finish Goods).
- Rumus Laporan: `Saldo Awal + Masuk dari Produksi - Keluar (Pengiriman) = Saldo Akhir`
- Tugas Harian: Memastikan divisi produksi telah melakukan Goods Receipt untuk barang jadi ke sistem, sehingga saldo WIP berkurang dan saldo Barang Jadi bertambah.
5. Sinkronisasi Pengeluaran Barang (Laporan Pengeluaran Barang)
Laporan ini mencatat setiap barang yang keluar dari gerbang pabrik menuju pelabuhan atau pembeli lokal.
- Yang dicek: Mencocokkan Delivery Order (Surat Jalan) dan Invoice dengan dokumen pengeluaran pabean (seperti BC 3.0 untuk ekspor, BC 4.1 untuk penjualan lokal, atau BC 2.7).
- Tugas Harian: Memastikan nomor kontainer, segel, dan nomor dokumen BC (Nomor Aju/Pendaftaran) sudah ter-input di sistem IT Inventory untuk setiap pengiriman kontainer sepatu ekspor.
6. Pencatatan Sisa dan Limbah (Laporan Scrap dan Barang Bekas)
Dalam pembuatan sepatu, pasti ada sisa material yang tidak terpakai atau barang cacat (reject). Bea Cukai sangat ketat memantau ini karena barang sisa eks-impor tidak bisa dibuang sembarangan.
- Tugas Harian: Mencatat mutasi sisa potongan kulit (leather scrap), kaleng/drum lem kosong, sisa benang, atau sol sepatu yang cacat cetak. Jika scrap ini dijual ke pihak ketiga (lokal) atau dimusnahkan, harus ada dokumen kepabeanannya (biasanya BC 2.4 atau Berita Acara Pemusnahan).
7. Pengecekan Aset Modal (Laporan Mutasi Mesin dan Peralatan)
Berbeda dengan bahan baku yang mutasinya terjadi setiap jam, mesin dan peralatan mutasinya sangat jarang.
- Tugas Harian: Meskipun jarang berubah, admin harus memastikan saldo mesin (seperti mesin jahit jarum dua, mesin molding karet, mesin press sol, atau mesin die cutting) sesuai dengan fisik di pabrik. Jika ada mesin rusak yang dikirim keluar untuk direparasi (subkontrak), hal ini harus tercatat pengeluarannya.
Tindakan Validasi Akhir Harian (Closing)
Setelah 7 langkah di atas dikerjakan, admin IT Inventory / EXIM akan melakukan:
- Cek Saldo Minus: Sistem IT Inventory yang baik tidak boleh memiliki saldo akhir bernilai negatif. Jika ada minus di Bahan Baku atau Barang Jadi, artinya ada pengeluaran yang di-input mendahului penerimaan.
- Rekonsiliasi Dokumen: Memastikan tidak ada transaksi "gantung" (barang fisik sudah bergerak, tapi belum di-input, atau dokumen BC sudah approve tapi sistem gudang belum di-update).

Posting Komentar