Pengertian Customs EXIM di Pabrik Sepatu dan Daftar Satuan Hitung Resminya
Dalam industri manufaktur skala besar seperti pabrik sepatu, proses keluar masuk barang tidak hanya sekadar urusan bongkar muat di gudang. Ada divisi khusus yang memegang peranan krusial dalam memastikan seluruh legalitas perdagangan internasional terpenuhi, yaitu Customs EXIM (Export-Import).
Bagi Anda yang berkecimpung di dunia logistik, supply chain, atau baru memulai bisnis di industri alas kaki, memahami fungsi Customs EXIM serta standarisasi satuan hitung barang adalah harga mati untuk menghindari denda atau tertahannya barang di Bea Cukai.
Apa Itu Customs EXIM di Pabrik Sepatu?
Customs EXIM adalah bagian atau divisi di perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas proses kepabeanan, pemenuhan regulasi hukum, serta dokumentasi untuk aktivitas impor bahan baku dan ekspor produk jadi (sepatu).
Pabrik sepatu di Indonesia umumnya beroperasi dengan fasilitas Kawasan Berikat (Bonded Zone). Artinya, mereka mendapatkan penangguhan bea masuk untuk bahan baku impor (seperti kulit, sol, kain mesh, hingga lem), dengan syarat produk jadinya harus diekspor kembali.
Di sinilah peran penting tim Customs EXIM. Mereka wajib melaporkan setiap detail barang yang masuk dan keluar secara akurat kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui dokumen seperti PIB (Pemberitahuan Impor Barang) dan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang).
Mengapa Satuan Hitung (Unit of Measurement) Sangat Krusial?
Salah satu pemicu paling sering terjadinya red channel (jalur merah) atau nota pembetulan (sanksi denda) di Bea Cukai adalah kesalahan pengisian satuan hitung barang.
Pabrik sepatu mengonsumsi ratusan jenis material dengan karakteristik berbeda. Tidak mungkin menyamakan satuan hitung untuk tali sepatu, lem cair, kulit, dan kardus kemasan. Setiap material wajib memiliki kode satuan hitung internasional yang diakui oleh sistem EDI (Electronic Data Interchange) Bea Cukai.
Daftar Lengkap Kode Satuan Hitung Customs EXIM di Pabrik Sepatu
Untuk memastikan laporan inventaris (IT Inventory) dan dokumen EXIM Anda sinkron dengan sistem Bea Cukai, berikut adalah tabel referensi lengkap Nama Satuan Hitung beserta Kode Singkatan Resmi yang sering digunakan dalam industri manufaktur sepatu:
- Pair (PR): Produk jadi (sepatu), insole, outsole
- Yard (YRD): Bahan kain upper, mesh, lining
- SET/SX (SET): Cetakan sepatu (moulding), komponen mesin
- Meter (MTR): Tali sepatu (lace), webbing, elastic band
- Kilogram (KGM): Bahan kimia, bijih plastik (TPR/PVC), lem
- Piece (PCE): Aksesoris sepatu, label merk, buckle
- Cone (CONE): Benang jahit (sewing thread)
- Sheet (ST): Lembaran karet (rubber sheet), spons EVA
- Roll (RO): Gulungan kain, pita, transfer paper
- Bale (BL): Kapas, material tekstil padat
- Square Metre (SQM): Bahan kulit asli (leather), kulit sintetis
- Machine Unit (MA): Unit mesin produksi (mesin jahit, cutting)
- Unit (NIU): Komponen mesin, alat elektronik pabrik
- Kaleng (CA): Cat sepatu, pelarut kimia (solvent), primer
- Carton (CT): Kardus besar untuk pengiriman (master carton)
- Box (BX): Kotak sepatu satuan (inner box)
- Unpackage (UN): Material curah atau tanpa kemasan khusus
- Package (PK): Paket suku cadang, sampel material
- Pail (PL): Ember besar berisi lem atau zat pengental
- Bag (BAG): Kantong silika gel, master bag aksesoris
- Bottle (BO): Botol sampel minyak, cairan kimia
- Tube (TU): Lem pasta, pelumas mesin bentuk pasta
- Each (EA): Satuan per biji untuk komponen spesifik
- Rod (RD): Batangan besi/logam untuk penguat struktur
- Square foot (SF): Bahan kulit premium (pengukuran internasional)
- Kit (KIT): Satu set alat kebersihan atau perbaikan sepatu
- Metric Ton (TNE): Bahan baku massal (misal: bijih plastik kontainer)
- REAM (RM): Kertas pola, kertas pembungkus dalam box
- GRAM (GRM): Bahan pigmen warna, sampel zat aditif
- LOT (LOT): Pembelian material dalam satu paket produksi
- Jerigen (JR): Wadah cairan kimia pembersih/solvent
- Litre (LTR): Minyak mesin, cairan pembersih, air distilasi
- Sack (SA): Karung berisi kalsium karbonat atau bahan pengisi
- Drum (DR): Drum besar untuk penyimpanan minyak/lem
- Strips (SR): Strip isolasi, komponen perekat strip
- Centimeter (CMT): Pengukuran detail komponen kecil/pita ukur
- Dozen (DZN): Pembelian ATK pabrik atau aksesoris massal
Aplikasi Praktis Satuan Hitung dalam Proses EXIM
Mari kita ambil contoh skenario nyata di lapangan:
- Proses Impor (Inbound): Pabrik mengimpor 500 gulungan kain mesh. Dalam dokumen invoice pemasok tertulis "500 Rolls". Maka tim Customs EXIM wajib menginput kode RO dengan kuantitas 500 pada dokumen PIB.
- Proses Produksi: Kain tersebut dipotong-potong dan dirakit menjadi sepatu.
- Proses Ekspor (Outbound): Sepatu yang sudah jadi dimasukkan ke dalam kotak individu (BX), lalu dikelompokkan ke dalam karton besar (CT). Namun, saat dilaporkan di dokumen PEB sebagai komoditas utama, satuannya berubah menjadi pasang (PR).
Tips Tambahan untuk SEO & Kepatuhan Bea Cukai:
- Selalu lakukan cross-check antara satuan yang tertera di Packing List (PL) dari supplier dengan kode standar DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai).
- Jika ada perbedaan penyebutan (misal supplier menulis "PC" padahal kode resminya "PCE"), pastikan sistem IT Inventory pabrik Anda mampu melakukan konversi otomatis secara akurat.
Memahami seluk-beluk Customs EXIM di pabrik sepatu bukan hanya soal tahu cara mengirim barang ke luar negeri. Ini adalah tentang presisi data. Dengan menguasai daftar satuan hitung seperti PR, YRD, KGM, hingga SQM, perusahaan Anda dapat meminimalisir kesalahan administrasi, mempercepat proses customs clearance, dan menjaga rantai pasok pabrik tetap berjalan tanpa hambatan.

Posting Komentar